Senin, 29 Juni 2009

Pelanggan Kasar, Puluhan PSK Belajar Karate


Selasa, 16 Juni 2009 | 09:10 WIB

MADRAS,KOMPAS.com — Menjadi penjaja seks, bukan berarti harus tunduk pada kemauan pelanggan. Bagi sebagian perempuan malam di Madras, negara bagian Tamil Nadu, duit memang penting karena untuk itulah mereka menjual diri. Namun, keamanan dan keselamatan diri juga penting.

Sebanyak 75 perempuan penjaja seks komersial (PSK) akhirnya memutuskan belajar seni bela diri karate karena sudah muak dengan segala penindasan, baik oleh germo, maupun pria hidung belang. Mereka pun mencari orang yang bisa membantu mereka belajar seni menendang dan menonjok itu. Para perempuan ini agaknya ingin menyebarkan pesan bahwa segala bentuk kekerasan harus dihentikan.

Namun, jumlah itu hanya secuil dari sekitar 3 juta anggota PSK di seluruh India. Sebagian besar dari mereka hidup di masyarakat yang keras dan dalam strata sosial, mereka cuma punya segelintir hak yang diakui negara. Mereka tidak punya banyak pilihan kecuali menghadapi kerasnya hidup itu.

Di Madras, ke-75 perempuan menantang teriknya sinar matahari untuk berlatih gerakan. Setelah berlatih lima jam sehari selama beberapa pekan terakhir, mereka sekarang merasa lebih mampu menghadapi pelanggan dan germo kejam.

”Meski mungkin saya tidak bisa menghadapi lima pria yang mengeroyok, setidaknya saya sangat yakin bisa kabur,” kata Santhi, kepada BBC.

Santhi merasa mampu menghadapi seorang pria, satu lawan satu. Ia mengaku tiap hari mengalami kekerasan. Dipukul pelanggan bukan hal yang mengejutkan karena setiap waktu dia alami. ”Pernah seorang penjahat melucuti pakaian saya dan menyuruh saya lari telanjang. Mulai sekarang tidak seorang pun boleh memperlakukan saya seperti itu. Akan saya tendang,” katanya dengan suara mantap.

Organisasi Kesejahteraan Masyarakat India (ICWO) memberikan latihan bela diri itu secara gratis. Sekretaris ICWO, AJ Hariharan, mengatakan bahwa di Tamil Nadu ada sekitar 90.000 pekerja seks.

“Banyak di antara mereka yang bekerja sendirian di jalanan. Sehari-hari mereka mengalami kekerasan, bukan cuma dari pelanggan, tetapi juga dari preman setempat dan polisi,” kata Hariharan.

Kata Hariharan, mereka mengincar penjaja seks yang beroperasi sendirian itu, untuk dirampok uangnya dan memaksa mereka berhubungan seks tanpa pelindung. “Kami ingin melatih mereka karate biar bisa membela diri,” kata Hariharan.

Hariharan mengaku ingin membangkitkan kesadaran para pekerja seks itu agar menghargai diri sendiri. “Kami akan melatih 300 perempuan pada tahap kedua dan 500 orang lagi pada tahap berikutnya. Kami ingin mengirim pesan sejelas-jelasnya, orang-orang itu tidak bisa lagi menganiaya seenak perutnya,” kata Hariharan. (bbc/sas)

Sent from Indosat Blackberry powered by

Tidak ada komentar:

Posting Komentar